Bhavye Suneja, Pilot Lion Air JT 610 yang Hilang Bersama Penumpang dan Awak Pesawatnya

Malang tak dapat ditolak, untuk pun tak bisa diraih. Agaknya, hal itulah yang dialami oleh Pilot Lion Air JT 610, Bhavye Suneja. Dilansir dari news.detik.com, pesawat yang dikemudikan olehnya mendadak hilang kontak karena terjatuh di perairan Karawang. Berdasarkan akun Linkedin miliknya, Bhavye merupakan pilot yang berasal dari New Delhi, India.

Saat kejadian, ia tengah ditemani seorang co-pilot bernama Harvino yang juga menjadi korban. Hingga kini, proses pencarian dan evakuasi masih terus dilakukan oleh Tim SAR yang berkoordinasi dengan aparat TNI dan pihak berwenang lainnya. Tak banyak yang tahu, Bhavye Suneja ternyata adalah seorang pilot dengan pengalaman dan jam terbang yang tinggi. Seperti apa sosoknya?

Pilot senior Lion Air dengan Jam terbang tinggi

Sosok pilot Lion Air yang berpengalaman dan memiliki jam terbang tinggi [sumber gambar]

Dalam keterangan resminya yang dikutip dari news.detik.com, Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala menulis, Pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Karawang dipiloti oleh Captain Bhavye Suneja dan kopilot Harvino. Pria asal, New Delhi, India itu telah mengabdi selama 7 tahun 8 bulan di Lion Air. Itu artinya, ia telah memulai karir sejak 2011 dan mengantongi 6.000 jam terbang bersama maskapai berlogo singa tersebut.

Memiliki sertifikasi internasional sebagai penerbang

Terima sertifikasi sebagai penerbang profesional di luar negeri [sumber gambar]

Keahlian Bhavye dalam mengemudikan pesawat memang tak perlu diragukan lagi. Selain mengantongi jam terbang tinggi, juga menjadi pilot peserta pelatihan (trainee pilot) di maskapai Emirates, Dubai, selama 4 bulan. Dilansir dari liputan6.com, pilot Lion Air itu juga telah mengantongi lisensi dari sekolah penerbangan Bel-Air International, di San Carlos, California, Amerika Serikat, setelah bergabung pada 2007 hingga 2009.

Sosok pria yang kedatangannya ditunggu-tunggu oleh keluarga

Pilot Bhavye Suneja bersama sang istri, Garima Setha [sumber gambar]

Dilansir dari news18.com, kesedihan tampak menyelimuti keluarga besar dari Bhavye Suneja yang menjadi pilot Lion Air JT 610. Saat mendengar berita tentang kecelakann tersebut, sang ibu Sangeeta Suneja terus menerus mengeluarkan air mata. Sedianya, Bhavye akan datang untuk acara Diwali pada 5 November mendatang. Sayang, sang pilot harus lenyap di perairan Karawang ,Jawa Barat dan hingga kini belum diketahui nasibnya.

Masalah teknis yang menyebabkan pesawat yang dikemudikannya bermasalah

Rute keberangkatan Lion Air JT 610 [sumber gambar]

Menggunakan kode penerbangan JT 610, pesawat Lion Air yang berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta menuju Pangkal Pinang itu, mengalami masalah teknis peralatan pada penerbangan Minggu. Seperti dilaporkan oleh bbc.com, data ketinggian yang tertera pada instrumen kapten pilot dan kopilot terlihat berbeda. Hal ini direkam oleh pesawat nomor penerbangan JT-43 rute Denpasar-Cengkareng, sebelum akhirnya berganti nomor flight JT-610 yang melayani trayek Jakarta-Pangkal Pinang. Namun, kendala tersebut telah selesai diperbaiki sesuai pernyataan dari Direktur Utama Lion Air, Edward Sirait, yang dilansir dari bbc.com.

Namun kami tegaskan, pesawat dalam keadaan layak terbang, sudah diperiksa para insinyur kami. Memang ada laporan mengenai masalah teknis, dan masalah teknis ini sudah dikerjakan sesuai prosedur maintenance yang dikeluarkan pabrikan pesawat,” kata Edward dalam jumpa pers di Bandara Soekarno Hatta.

Jika pesawat rusak, mustahil pesawat bisa diijinkan terbang dari Denpasar. Ketika kami menerima laporan kru pesawat, kami secepatnya membenahi,” sambungnya

Hingga kini, pencarian secara intensif masih terus dilakukan terhadap para korban pesawat Lion Air JT 610 yang terjatuh di perairan Karawang, Jawa Barat. Status sang pilot pun belum bisa dipastikan kondisinya. Mudah-mudahan, peristiwa ini segara mendapat titik temu dan nasib para penumpang di dalamnya dapat terkuak dengan cepat.

Artikel Asli

News Feed