Bergelimang Harta, 4 Putri-Pangeran Arab Ini Pernah Tersangkut Kasus Sampai Bunuh Diri

Arab Saudi dianugerahi sumber daya alam melimpah ruah, jadi bukan merupakan hal aneh lagi jika kerajaan Arab Saudi tak terhitung lagi jumlahnya. Menurut perhitungan majalah Forbes, total kekayaan keluarga Kerajaan Arab Saudi mencapai 1,4 triliun dollar As atau sekitar Rp 18.620 triliun. Bayangkan saja apa yang bisa dibeli dari kekayaan yang jumlahnya fantastis tersebut?

Kekayaan melimpah milik Raja Salman ini pastinya juga ikut dinikmati oleh para keturunannya. Tak heran jika Putri dan Pangeran Arab punya gaya hidup yang luar biasa mewah dan bergelimang harta. Tapi, hidup dengan uang dan berbagai kemewahan ternyata tak menjamin mereka patuh akan aturan dan hidup tenteram, contohnya saja beberapa kasus yang pernah menimpa Putri dan Pangeran yang akan dibahas oleh Boombastis.com berikut.

Pangeran Mohammed Bin Salman beserta sederet kasusnya

Mohammed Bin Salman atau dikenal MBS adalah putra mahkota Raja Salman yang paling berkuasa di Timur Tengah dan mewarisi kerajaan sang ayah. Darah biru yang mengalir dalam tubuhnya membuat ia mampu membeli apa saja, termasuk rumah bak istana yang disebut sebagai hunian paling mahal sedunia, yakni Kastil megah tersebut dijuluki Chateau Louis XIV (Prancis) seharga Rp. 4 Triliun.

Mohammed Bin Salman [Sumber gambar]

Namun, belakangan citra baiknya tercoreng lantaran dugaan bahwa dirinya terseret dalam kasus dugaan hilangnya dan terbunuhnya jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi –walau belum ada bukti yang otentik. Sebelum kasus Khassoggi, pangeran ini juga banyak dikecam karena kebijakannya ingin menjadikan Arab sebagai pusat bisnis dan hiburan seperti di Qatar dan Dubai.

Putri Hassa binti Salman yang Jadi Buronan di Prancis

Putri Hassa adalah anak Raja Salman dan saudara tiri putra mahkota, Mohammed Bin Salman. Melansir grid.id dari The Independent, pada Maret 2018 lalu, sebuah surat perintah penahanan untuk Putri Hassa telah diterbitkan di Prancis. Putri ini telah diduga memerintahkan pengawalnya untuk menyerang seorang pria dalam pekerjaannya di apartemennya di Paris. Pria yang diketahui sebagai pekerja renovasi tersebut sedang membetulkan apartemen sang putri, namun konflik muncul saat sang pekerja mengambil foto ruangan yang akan ia renovasi.

Putri Hassa Binti Salman [Sumber gambar]

Sang putri malah menuduh sang pria akan menjual foto apartemennya, sehingga ia meminta para pengawalnya untuk membereskan pekerja tersebut. Tak hanya itu, ia juga mengikat pekerja tersebut dan memintanya untuk mencium kaki sang putri. Tindakannya tersebut membuat ia menjadi buron di negara orang.

Pangeran Bandar Bin Abdul Aziz-al Saud yang lakukan aksi bunuh diri di bandara

Keponakan Raja Salman, Pangeran Bandar Bin Abdul Aziz resmi dinyatakan meninggal dunia pada 12 Maret 2018 lalu. Hal tersebut terjadi karena aksi bunuh dirinya di bandara Inggris dengan menjatuhkan diri dari lantai 2 bandara. Aksi bunuh diri ini terekam dalam video amatir berdurasi 22 detik. Pangeran Bandar sendiri rela mati karena menolak deportasi dari pemerintah Inggris setelah terlibat perdebatan dengan beberapa orang petugas.

Pangeran Bandar [Sumber gambar]

Meski semua netizen meyakini sebab kematiannya, pihak kerajaan Arab Saudi sendiri tidak menyebutkan penyebab meninggalnya Pangeran Bandar yang ketika itu berusia 52 tahun. Saudi hanya mengumumkan secara resmi bahwa pangeran Bandar meninggal dan dimakamkan tanggal 13 Maret 2018, seperti dilansir dari msn.com.

Pangeran Alwaleed Bin Talal, tidur di lantai hotel dan terlibat kasus korupsi

Alwaleed bin Talal juga berstatus sebagai keponakan Raja Salman. Walaupun sudah punya kekayaan berlimpah, sosok ini masih terlibat dalam kasus korupsi. Sejumlah foto-foto yang terekspos ke media memperlihatkan para pangeran Arab yang tidur di lantai hotel Ritz Carlton, Riyadh.

Pangeran Alwaleed Bin Talal [Sumber gambar]

Hal tersebut rupanya karena ia sudah tertangkap, namun tak ada penjara untuk keluarga kerajaan sehingga mereka ngemper di hotel bintang lima tersebut. Seperti dilansir dari Grid.id, pangeran Alwaleed bin Talal bebas setelah tiga bulan ditahan. Ia bebas setelah adanya kesepakatan keuangan dengan pemerintah –yang sayangnya tidak disebutkan ke media.

Nah, itulah para keturunan raja Arab yang pernah alami masalah serius. Maka dari itu dalam pernyataannya Raja Salman sendiri berencana untuk membuat penjara khusus kerajaan. Tujuannya, untuk mengurung para Pangeran dan Putri yang kadang melanggar aturan. Bisa dibayangkan enggak sih, kalau mereka yang bermasalah harus ditahan di dalam hotel bintang lima. Hmm, ini mah kayanya level dewa.

Artikel Asli

News Feed