Awkarin Ungkap Alasannya Sempat Kabur dari IG, Salah Satunya Hampir Bunuh Diri

Awkarin

MANAberita.com — SETELAH mengungkapkan perjalanan hidupnya hingga memutuskan ‘menghilang’ dari Instagram. Awkarin akhirnya buka suara soal alasannya sempat menghilang dari Instagram. Melalui video YouTube bertajuk “I QUIT INSTAGRAM” yang diunggahnya pada Senin (22/10), Karin menceritakan semua proses hidup yang ia alami hingga akhirnya sempat ingin berhenti dari sosial media.

Dalam videonya Karin mengungkapkan bahwa ia ternyata pernah beberapa kali mengalami depresi. Depresi yang dirasakannya ini bahkan cukup parah ketika ia duduk di bangku SMA. Karin mengaku mengalami depresi selama 2 tahun dan mencoba untuk bunuh diri.

“Dulu banget aku pernah mengalami mental depression, long before this whole Instagram thing, long before nangis-nangis karena diputusin. Waktu SMA aku pernah bolak-balik masuk rumah sakit karena attempt of suicide, iya segitu parahnya mental depression aku,” ujar Awkarin. “Waktu SMA depresi aku itu mikir aku takut kehilangan sesuatu, bisa jadi itu orang, nggak harus pacar, sahabat, teman, keluarga. Aku juga takut tergantikan, aku juga takut nggak jadi yang terbaik buat semua orang.”

“Masa-masa depresi ini aku lalui 2 tahun dan aku laluin sendiri,” tambahnya. “Karena aku malu cerita ke orangtua takut mikirnya, ‘Oh anak gua gila’, apalagi cerita ke teman. Sampai akhirnya aku sadar aku membuat diri aku jadi positif.”

Karin juga mengaku bahwa imej “bad girl” yang melekat padanya adalah buatan manajemen. Menurutnya, ia terpaksa melakukannya karena sudah menandatangani kontrak.

“Dulu aku bertingkah seperti “bad girl” itulah imej yang dibuat oleh manajemen aku, itu dibuat supaya kalian melihatnya aku seperti “bad girl”,” ungkapnya. “Ketika tanda tangan kontrak aku nggak mikir panjang, ternyata aku dipaksa untuk melakukan hal-hal yang aku nggak mau. Aku disuruh nyanyi but aku nggak bisa back-off karena aku udah tanda tangan kontrak dan ada sangsi yang berlaku.”

Selain itu, dalam videonya Karin juga menyinggung konfliknya dengan seseorang berinisial “YL”. Tentunya, inisial tersebut mengingatkan pada sosok Young Lex yang memang pernah berkolaborasi dengannya di masa lalu.

“Buat salah satu orang dari manajemen ini yang berinisial YL, aku pengen nanya beberapa hal, karena baru-baru ini aku dikasih tahu seseorang kalau kamu menyatakan pernyataan yang nggak bener di suatu acara,” tutur Karin. “Kamu bilang aku adalah orang yang nggak tahu terima kasih sama siapa yang udah membesarkan nama aku. Yang pertama, sebelum ada kamu aku pun udah punya nama sendiri, tapi kamu nge-approach aku untuk ngajak collaboration, aku udah punya nama sendiri even lebih besar waktu itu sebelum ketemu kamu, jadi siapa yang ngebesarin siapa.”

Bahkan Karin juga menceritakan tentang dirinya sempat dituduh sebagai pembunuh dan penyebab kematian seseorang yang disayanginya. Berbagai konflik manajemen serta hujatan yang diterimanya karena dituduh pembunuh ini rupanya membuat Karin kembali depresi.

Karin kemudian mengungkapkan bahwa ia sampai pada titik dimana dirinya menilai sosial media seperti racun untuknya dan memutuskan untuk meningggalkannya. Karin mengaku takut bisa kembali merasa depresi lagi karena hal ini.

“Aku ngerasa aku sampai di titik poin apa yang aku rasakan ini toxic. Karena ketika belakangan ini aku ngepost dan aku mengharapkan dapat like yang banyak ternyata aku dapat like nggak terlalu banyak I get sad, I get stressed, aku jadi overthinking apa yang kurang dari foto ini kayaknya udah bagus deh, sampai besoknya aku cari ide lagi,” tuturnya. “Ketika ekspektasi aku nggak tercapai aku bisa depresi lagi, dan aku nggak mau sampai itu terjadi.”

Karin menceritakan selama menghilang dari Instagram ia mencoba untuk sama sekali tak bergantung pada ponsel. Rupanya ia merasa lebih bahagia dan bisa bersosialisasi dengan lebih baik.

“Selama kemarin aku menghilang dari sosial media, aku nggak sama sekali main Instagram, atau sosial media apapun,” ungkapnya. “Aku bener-bener tahan diri aku nggak pegang hp malah di beberapa waktu aku nggak bawa hp aku supaya aku bener-bener bersosialisasi, and it feels so good.”

Menariknya, Karin mengaku “menjual” akun Instagramnya pada dirinya sendiri. Kini ia sudah kembali lagi ke Instagram, namun ia berjanji menjadi Karin “yang baru” dan meninggalkan imej buruknya di masa lalu. Karin mengaku akan memanfaatkan sosial media untuk hal-hal yang positif di masa depan.

“Dan kalau kalian bertanya-tanya kepada siapa aku menjual akun IG-ku, aku menjual akun IG-ku kepada diriku yang baru,” pungkasnya. “Karin yang dulu penuh drama She’s retired dan dia menyerahkan semuanya itu ke Karin yang baru which is me. Mulai sekarang karena aku tahu aku punya influence yang besar, aku mulai sekarang hanya akan menggunakan sosial mediaku untuk hal-hal yang positif. (Alz)

Artikel Asli

News Feed