Arab Saudi Saja Pakai Vaksin Buatan Indonesia

Direktur Utama PT Bio Farma M Rahman Rustan dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9. (foto: Humas FMB 9)

Motifviral.com – Negara muslim Arab Saudi saja ternyata berminat menambah stok vaksin yang diproduksi oleh Indonesia. Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama PT Bio Farma M Rahman Rustan dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9.

“Indonesia sudah ditunjuk pusat produksi vaksin yang ditunjuk negara-negara Islam untuk menciptakan vaksin halal. Bahkan di Arab Saudi sudah diterapkan kewajiban imunisasi. Arab Saudi juga akan meningkatkan pasokan vaksin dari Indonesia, jadi kepercayaan dari negara-negara Islam untuk mencari vaksin halal,” tegas M Rahman Rustan seperti termuat dalam keterangan resmi Rabu (19/9/2018).

Penegasan Rahman ini lantaran masih banyaknya masyarakat muslim di Indonesia yang menolak memberikan vaksin Rubela kepada anak-anak mereka. Enggannya masyarakat muslim memberikan vaksin kepada anak-anaknya lantaran isu non halal yang terdapat pada vaksin tersebut.

Padahal kata Rustan, dalam membuat vaksin Indonesia selalu merujuk negara-negara muslim lainnya. “Kami pun mencari rujukan teman-teman dari negara-negara Islam. Untuk sampai saat ini vaksin MR di Indonesia yang satu-satunya di akui WHO,” ungkapnya.

“Saya ingin berbagi tentang keamanan dan mutu vaksin. Satu-satunya industri vaksin di Indonesia hanya Bio Farma dan milik pemerintah 100%. PT Bio Farma sudah mendapat pengakuan WHO. Untuk vaksin imunisasi dasar sudah dipasok dan diproduksi PT Bio Farma, dan masih banyak lagi vaksin-vaksin masih tahap pengembangan,” papar Rustan lagi.

Ia menambahkan, begitu panjang proses riset suatu vaksin yang bisa mencapai 15-20 tahun untuk vaksin baru. Tahapan penelitian vaksin baru perlu ada ui track klinis ke hewan, kemudian lingkaran percobaan tahap 1,2,3 diimplementasikan ke manusia. Kemananan sudah dijamin karena sudah mendapat pengakuan dari WHO.

“Bagaimana bisa menciptakan sistem imun? Jadi ketika virus sudah dilemahkan, di dalam tubuh manusia akan aktif membentuk antibodi yang kemudian bisa menimbulkan kekebalan ketika ada bakteri. Adanya kekebalan kelompok, jadi jika dilihat ketika banyak yang tidak diimunisasi maka akan tersebar dan akan terjangkit ke banyak orang. Ketika banyak yang sudah terimuniasi ketika terkena virus maka tidak akan menyebar. Kita ada suatu kewajiban untuk mencari vaksin halal,” pungkas Rustan.

Turut hadir sebagai narasumber dalam FMB 9 kali ini Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito, dan Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin.

Artikel Asli

News Feed