AR Baswedan, Kakek Gubernur DKI Jakarta yang Ternyata Berjasa Besar pada Kemerdekaan RI

Tak banyak yang menyangka, jika kakek dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merupakan salah seorang tokoh yang berpengaruh bagi kemerdekaan RI. Dikutip dari news.detik.com, sosok yang bernama Alwad Abdul Rahman Baswedan itu mempunyai peranan peting bagi perjalanan sejarah kemerdekaan Indonesia.

AR Baswedan juga dikenal dengan kiprahnya yang mempersatukan keturunan Arab di Indonesia. Atas peran dan sumbangsihnya pada Indonesia, Presiden Joko Widodo akhirnya menganugerahi AR Besawedan sebagai salah satu tokoh pahlawan nasional Indonesia. Simak, seperti pernak-pernik apa perjuangannya mewarnai kemerdekaan di tanah air di masa lalu.

Tokoh sentral yang mempersatukan keturunan Arab di Indonesia

AR Baswedan menjadi tokoh keturunan Arab yang berjasa besar bagi Indonesia [sumber gambar]

Sejak era perjuangan meraih kemerdekaan bergulir, nama AR Baswedan telah menjadi salah satu tokoh sentral yang ikut berkiprah di dalamnya. Dikutip dari news.detik.com, sosoknya memiliki peranan penting untuk mempersatukan keturunan Arab di Indonesia. Selain sebagai bentuk dukungan dalam melawan penjajahan, aksinya ini juga sebagai implementasi nyata dari isi Sumpah Pemuda 1928 yang melintasi batas-batas etnik dan agama.

Menjadi diplomat pertama Indonesia yang diakui secara resmi

AR Baswedan menjadi diplomat pertama RI [sumber gambar]

Sebagai salah satu tokoh keturunan Arab yang berpengaruh, AR Baswedan juga semakin dikenal lantaran merupakan salah satu diplomat pertama bagi Indonesia. Sumber dari news.detik.com menuliskan, dirinya diakui secara de jure dan de facto oleh Mesir yang menandakan adanya eksistensi Republik Indonesia secara internasional. AR Basewedan juga dikenal sebagai penggerak Sumpah Pemuda keturunan Arab pada 4 Oktober 1934 di Semarang.

Anggota BPUPKI yang berjasa besar pada rumusan pidato kemerdekaan Indonesia

AR Baswedan berjuang meyakinkan negara-negara Arab [sumber gambar]

Selain mendukung kemerdekaan Indonesia melalui Persatuan Arab Indonesia (PAI), AR Baswedan juga ikut berperan aktif sebagai anggota dari Badan Penyelidik Upaya Persiapan Kemerdekaan (BPUPK) Indonesia tahun 1945. Sumber dari news.detik.com menyebutkan, gagasannya dalam pembahasan dasar negara, ikut andil dalam pidato Sukarno untuk merumuskan Pancasila.

Diangkat menjadi Menteri Penerangan dan berjasa meyakinkan negara-negara Timur Tengah

AR Baswedan bersama H Agus Salim dalam memperjuangkan kemerdekaan [sumber kemerdekaan]

Pada kurun 1946-1947, AR Baswedan pernah diangkat menjadi Menteri Penerangan pada Kabinet Sutan Sjahrir. Dikutip dari news.detik.com, dirinya juga menjadi kunci penting untuk meyakinkan negara-negara Arab di Timur Tengah agar Indonesia memperoleh kemerdekaannya. Saat itu, AR Baswedan berada di bawah koordinator H Agus Salim yang berjuang di luar negeri.

Sosoknya dinaugerahi sebagai pahlawan nasional oleh Presiden Joko Widodo

Anies Baswedan saat menerima penghargaan atas jasa kakeknya, AR Baswedan [sumber gambar]

Wafat pada tahun 1986, AR Baswedan akhirnya dianugerahi sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden Joko Widodo. Sosok kelahiran Surabaya, Jawa Timur, 9 September 1908 itu, dikenal sebagai tokoh keturunan Arab yang menjadi seorang nasionalis, jurnalis, pejuang kemerdekaan, diplomat, mubaligh, sekaligus sastrawan. Dilansir dari nasional.kompas.com, nama AR Baswedan dikukuhkan sebagai Pahlawan bersama lima orang keturunan Arab lainnya melalui Keputusan Presiden Nomor 123/TK tahun 2018.

Kemerdekaan yang dinikmati Indonesia pada saat ini, tak lepas dari keberadaan para tokoh keturunan Arab yang juga turut ikut berjuang. Sama seperti sosok Alwad Abdul Rahman Baswedan di atas, jasa-jasanya di masal lalu, tak akan lekang dan akan terus dikenang zaman. Serupa dengan yang dikatakan Maximus dalam film Gladiator, “Apa yang telah kita lakukan dalam kehidupan ini, akan senantiasa bergema dalam keabadian“.

Artikel Asli

News Feed