Antisipasi Kecelakaan, Menhub Melakukan Ramp Check

(Foto: dephub.go.id)

INFONAWACITA.COM – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi melakukan ramp check bus pariwisata di Taman Wisata Balekambang, Kamis (27/12/18). Agenda ini guna memastikan semua aspek keselamatan berkendara terutama pada bus pariwisata berjalan dengan baik.

“Kami mengunjungi Tawangmangu untuk memastikan bahwa keselamatan itu dijalankan dengan baik. Alhamdulillah semua berjalan baik. Saya juga apresiasi Kepolisian telah melakukan tes urine kepada pengemudi. Jadi bisa dipastikan bahwa pengemudi dalam kondisi sehat. Selain itu, pengemudi juga harus tahu peraturan,” jelas Menhub.

Terdapat tiga bus pariwisata yang dilakukan ramp check di Tawangmangu diantaranya dari Bus Serba Mulia dengan rute Jakarta-Tawangmangu mengangkut 33 penumpang, Bus Indo Trans dengan rute Solo-Tawangmangu, dan bus Damai dengan rute Klaten-Tawangmangu mengangkut 55 penumpang.

Telah dilakukan ramp check bus pariwisata diberbagai lokasi pariwisata diantaranya Pemandian Air Panas Ciater Bandung, Taman Wisata Borobudur Magelang, Taman Wisata Balekambang Tawangmangu, dan Terminal Karangkates Kabupaten Malang.

Peringatan hingga Pencabutan Izin

Seperti yang dilansir dari dephub.go.id, Menhub menjelaskan, untuk bus yang tidak lolos ramp check akan dilakukan beberapa tahapan mulai dari peringatan ringan hingga pencabutan izin. Hal ini untuk mengurangi jumlah angka kecelakaan.

“Tahun lalu, banyak terjadi kecelakaan pada bus pariwisata akibat kendaraan yang tidak laik dan pengemudi yang tidak dalam kondisi baik. Oleh karenanya kami intensif rampcheck untuk pastika rem, lampu fungsi lainnya berfungsi dengan baik. Kita juga minta kepada para pengelola bus pariwisata untuk perhatikan stiker KIR apakah masih sesuai. Saya harap pengemudi dan penumpang sadar pentingnya keselamatan. Angka kecelakaan tiap tahun terus menurun,” kata Menhub.

Sebagai informasi, hingga saat ini kendaraan yang telah dilakukan ramp check jumlahnya mencapai 35.812 unit kendaraan gabungan mulai dari Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) sebanyak 16.492 kendaraan, Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) sebanyak 18.645 kendaraan, maupun pariwisata 675 kendaraan. Sejumlah 28.183 kendaraan laik jalan, sementara 7.629 kendaraan tidak laik jalan sudah dilakukan perbaikan dan sebagian besar lolos.

Artikel Asli

News Feed