Anak Aktif dan Nggak Bisa Diam, Ini Kata Rasulullah Saw!, WAJIB BACA


Gambar ilustrasi dilansir dari ceramahmotivasi.com

Suka binggung nggak sih bun ketika anak kita aktif dan nggak pernah bisa diam?


Lari sana-lari sini, panjat sana-panjat siani seperti nggak ada capeknya. Memang sepele sih, tapi hal tersebut kadang membuat kita jadi stres.


Namun ternyata, seperti ini loh bun kata Rasulullah Saw tentang anak yang selalu aktif!

Nabi Muhammad Saw. bersabda,

عرامة الصبي في صغره زيادة في عقله عند كبره. رواه الترمذي

Artinya: “Aktifnya anak kecil akan menambah akalnya ketika dia dewasa nanti”. (H.R. Tirmizi)

Imam Al-Bani dalam Jami’u al-Shahih wa al-Dhaif menghukumi hadis ini sebagai hadis yang daif. Namun banyak para ulama atau penggiat parenting Islami yang mencoba menjelaskan hadis di atas sebab pada realitanya anak kecil memang cenderung sangat aktif tidak bisa diam dan senang bermain-main

Menurut Muhammad Ali dalam Shalah al-Buyut fi Juhdi al-Nabi mengutip Imam Munawi mengatakan bahwa aktifnya anak kecil maksudnya kepekaan dan ketajaman instingnya  laksana burung gagak yang tangkas dan cepat, keaktifan adalah tanda kecerdasannya.

Dikutip dari bincangsyariah.com, Muhammad Baqir al-Majlisi dalam Miratul Uqul fi Syarh Akhbari Ali al-Nabi menjelaskan bahwa maksud dari keaktifan anak kecil adalah kecenderungan anak yang senang bermain-main dan itu mengasah kecerdasan anak.

Anak yang suka bergerak, bermain dan tidak bisa diam seperti naik, memanjat, turun berlarian cenderung tumbuh menjadi pribadi yang pintar karena dia banyak mencoba dan belajar dari aktivitas-aktivitas yang ia lakukan.

Sebaliknya, jelas Muhammad Said Mursi dalam kitabnya yang berjudul Fannu Tarbiyati al-Aulad fi al-Islam, anak pendiam yang suka menyendiri dan tidak terlalu aktif cenderung tumbuh menjadi anak yang pasif, lemah, dan takut mencoba hal-hal baru.

Baca Juga:


Jadi, bunda nggak perlu seteres ketika anak aktif dan nggak bisa diam. Yang bunda harus lakukan adalah mengarahkan keaktifan anak bunda untuk melakukan hal-hal yang positif.

Sebaliknya doronglah anak-anak jika ia suka diam dan agak pasif untuk aktif dan membuka diri.

Demikian, semoga bermanfaat!

Artikel Asli

News Feed