Akar Rumput Partai Koalisi tak Solid Dukung No 1, Politikus Golkar: ‘Waspadai Elektabilitas Sandiaga’

Dari basis massa PPP, Golkar, PKB, dan Hanura, ada yang mendukung Prabowo-Sandi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Massa di akar rumput partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja (KIK) belum bulat mendukung Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin. Hasil survei Indikator Politik Indonesia menyebutkan dari sembilan anggota KIK, akar rumput di empat parpol tidak solid mendukung Jokowi-Ma’ruf. 

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menyebutkan empat partai tersebut, yakni PKB, Golkar, PPP, dan Hanura. “Dalam politik, suara sopir dan penumpang punya pengaruh yang sama,” kata dia di Kantor Indikator Politik Indonesia, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (26/9).

Berdasarkan survei Indikator, basis massa PKB mendukung Jokowi-Ma’ruf sebanyak 76,3 persen, Golkar 55,4 persen, PPP 48,9 persen, dan Hanura 50 persen. Sementara, basis massa PKB mendukung Prabowo-Sandiaga 22,4 persen, Golkar 36 persen, PPP 44,4 persen, dan Hanuda 50 persen.

Burhanuddin mengatakan kondisi ini sangat berbeda dengan PDIP dan Nasdem yang basis massanya cenderung solid mendukung Jokowi-Ma’ruf. Berdasarkan survei, 93,2 basis massa PDIP dan 78 persen basis massa Nasdem mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf.

Hanya lima persen pemilih PDIP dan 19,5 persen pemilih Nasdem yang memutuskan mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. “PDIP sangat solid, kedua Nasdem,” kata dia.

Burhanuddin menduga ketidaksolidan dukungan PKB, PPP, Golkar, dan Hanura lantaran sosialisasi empat parpol itu terkait Jokowi-Ma’ruf belum maksimal. Sebab, banyak basis massa di keempat partai itu yang belum mengetahui keputusan partainya mengusung pasangan Jokowi-Ma’ruf.

Pada tingkat kesadaran capres cawapres, dukungan basis massa PKB, Golkar, PPP, dan Hanura juga tak optimal. Sebanyak 42 persen basis massa PKB tak mengetahui partainya mendukung pasangan nomor urut, begitupula dengan 45 persen basis massa Golkar, 47 persen massa PPP, dan 30 persen Hanura.

Ada apa dengan PKB?

Di sisi lain, Burhanuddin memaklumi kondisi yang dialami PPP dan Golkar. Sebab, dua partai itu merupakan pendukung Prabowo pada 2014. Bahkan, dua partai tersebut sempat mengalami konflik panjang lantaran perbedaan sikap politik dalam internalnya.

Namun untuk PKB, ia menilai ada kejanggalan karena partai yang dipimpin oleh Muhaimin Iskandar itu mendukung Jokowi sejak empat tahun silam. Burhanuddin mengatakan mayoritas massa PKB memang mendukung Jokowi-Ma’ruf. “Kenapa enggak 100 persen,” kata dia.

Burhanuddin menyebut kondisi itu sebagai counterintuitive, di mana kenyataan berbeda dengan asumsi umum yang selama ini dipercaya. Menurut dia, data ini merupakan masukan bagi PKB, yang selama merasa terepresentasikan kehadirannya melalui sosok kiai Ma’ruf.

Karena itu, ia berpendapat, sosok kiai Ma’ruf harus lebih menunjukkan perannya. Alih-alih menyapa pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Kiai Ma’ruf lebih baik memantapkan dukungan di basis massa PKB dan PPP, yang lebih dekat dengan latar belakangnya.

Burhanuddin menilai, langkah Ma’ruf mendatangi pendukung Ahok justru bisa membuat pendukungnya kecewa. Selain itu, kata dia, belum tentu pendukung Ahok masih dapat langsung terobati.

Secara elektoral, kata dia, pertemuan itu justru kurang produktif. Seharusnya, kiai Ma’ruf lebih sering menyapa pesantren, basis massa PPP dan PKB, atau pemilih Jawa Barat yang secara umum memiliki preferensi lebih baik ke kiai Ma’ruf.

Dengan demikian, kontribusi Ma’ruf secara elektoral dapat lebih terlihat. “Kalau di sini kan terlihat kontribusi Sandiaga ebih jelas ketimbang Ma’ruf ke pasangan mereka masing-masing,” kata dia. 

Erick dipilih menahkodai tim kampanye Jokowi-Ma’ruf untuk menarik dukungan milenial.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Politikus Partai Golkar Bambang Soesatyo mengatakan Koalisi Indonesia Kerja (KIK) harus mewaspadai elektabilitas calon wakil presiden Sandiaga Uno yang mengungguli Ma’ruf Amin di kalangan pemilih milenial. Ia mengatakan hal tersebut menjadi tugas dari Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Koalisi Indonesai Kerja (KIK) Erick Thohir.

Bambang mengatakan, Erick dipilih menahkodai tim kampanye Jokowi-Ma’ruf untuk bisa menarik dukungan generasi milenial untuk pasangan nomor urut 1 tersebut. “Generasi milenial yang sedang dibidik adalah 50 juta orang, inilah sekarang yang sedang diperebutkan dua pasang ini,” kata dia di Jakarta, Rabu (26/9).

Hasil survei Indikator Politik Indonesia menunjukan Sandiaga lebih dikenal oleh publik dibandingkan Ma’uf. Tingkat keterkenalan Sandiaga di mata publik mencapai 73 persen, sedangkan Ma’ruf hanya dikenal publik sekitar 70 persen.

Bambang mengatakan Sandiaga unggul dibandingkan Ma’ruf di kalangan pemilih milenial lantaran kemunculan sang kiai yang terlambat. Ia mengatakan Sandiaga telah dikenal di politik nasional sejak menjadi wakil gubernur DKI Jakarta.

Ketua DPP Gerindra Riza Patria mengatakan, kehadiran Sandiaga Uno mendampingi Prabowo memang meningkatkan elektabilitas pasangan calon. Dia mengungkapkan, Sandiaga memberikan dampak secara elektoral yang luar biasa.

Riza memaparkan, Sandiaga telah berhasil mengangkat suara Prabowo dari segmen milenial. Dia melanjutkan, segmen tersebut secara keseluruhan memiliki porsi suara sebanyak 40 persen dari Daftar Pemilih Tetap (DPT).

“Ini memang tidak mudah untuk merebut segmen milenial, kami optimis kehadiran Sandi bisa merebut segmen tersebut,” katanya.

Tidak hanya lebih dikenal oleh publik, Sandiaga juga menggungguli Ma’ruf untuk urusan citra personal cawapres. Citra personal ini terkait perhatian pada rakyat, tegas dan berwibawa, mampu mengatasi permasalahan bangsa, mampu memimpin bangsa, jujur, tegas, dan bersih dari korupsi, serta religius. 

Sandiaga unggul dalam beberapa aspek, di antaranya perhatian pada rakyat 66 persen, tegas dan berwibawa 65 persen, mampu mengatasi permasalahan bangsa 56 persen, serta mampu memimpin bangsa 57 persen. Sandiaga hanya kalah di aspek jujur, tegas, dan bersih dari korupsi di angka 57 persen, serta religius sebesar 63 persen.

Sementara itu, Ma’ruf mendapatkan kepercayaan publik di aspek aspek jujur, tegas, dan bersih sebesar 64 persen, juga religius 82 persen. Di aspek perhatian pada rakyat 54 persen, tegas dan berwibawa 51 persen, mampu mengatasi permasalahan bangsa 45 persen, serta mampu memimpin bangsa 48 persen.

Artikel Asli

News Feed