Adik kandung Prabowo Subianto, Ungkap Agama dan Silsilah Keluarga Prabowo

  Ayo  Jalan Terus !  – Adik kandung Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, menjelaskan latar belakang agama keluarganya dalam acara Persatuan Gereja Indonesia, yang digelar di Wisma Bhayangkari Jakarta Selatan, Minggu 27 Januari 2019. 




“Istri saya Kristen, anggota GKI sudah 46 tahun. Ibu kami, saya, Ibu Prabowo dari suku Minahasa. Ibu kami lahir Kristen Protestan. Banyak yang tak tahu kalau keluarga kami banyak Kristen, termasuk (jadi) pendeta,” ujar Hashim.


Sedangkan sang ayah, almarhum Profesor Soemitro Djojohadikusumo, kata Hashim, beragama Islam dari lahir hingga meninggal. 








“Ini saya jelaskan supaya ada konteksnya, bahwa keluarga Prabowo itu beragam. Kakak kami Katolik, saya Kristen. Prabowo haji, satu lagi kakak perempuan Prabowo Islam. Dua Islam, dua pengikut Kristus. Itu keluarga kami, Djojohadikusomo, keluarga Pancasilais. Menurut kami tak ada masalah,” ujarnya. 

Bahkan, setiap perayaan Natal, Prabowo selalu hadir, tapi tidak ikut ibadah. Dia datang setelah ibadah Natal. 




“Dia ikut gabung, dan bulan lalu ikut poco-poco dan joget-joget ada viral. Bahkan Prabowo diserang oleh musuhnya, kurang Islami, tidak Islam, baru mualaf dan lain sebagainya. Tapi itu tradisi keluarga kami. Prabowo hadir pada Natal, kami-kami yang Kristen hadir saat Idul Fitri dan Idul Adha. Itu keluarga kami,” ujar Hashim. (ren)






Adik Prabowo Ungkap Silsilah Keluarga dan Latar Belakang Agamanya



 Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, yang juga adik kandung dari Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo menceritakan latar belakang agama keluarganya yang beragam saat menjadi pembicara dalam acara Dialog Nasional Kebhinekaan dan Pemilu Damai di Wisma Bhayangkari, Jakarta pada Ahad, 27 Januari 2019.



Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pendeta dari 89 sinode se-Indonesia dan para pendeta dari 28 Persatuan Gereja Indonesia (PGI) wilayah. Hashim bercerita, selama 10 tahun menjadi politikus Gerindra, dia mengaku masih banyak yang beranggapan bahwa agamanya adalah Islam, padahal dia merupakan seorang penganut agama Kristen.


“Jadi saya heran, masih banyak yang memikirkan kalau saya ini muslim,” ujar Hashim di lokasi acara.



Hashim menjelaskan, istrinya merupakan seorang penganut Kristen Protestan dan sudah puluhan tahun menjadi anggota Gereja Kristen Indonesia. “Ibu kami, ibu saya dan Prabowo, dari suku Minahasa. Lahir dan meninggal sebagai Kristen Protestan. Banyak yang tidak tahu ini. Dan keluarga kami banyak yang Kristen dan juga ada yang menjadi pendeta,” ujar Hashim.



Sementara ayahnya, Soemitro Djojohadikoesoemo, ujar Hashim, adalah seorang muslim. “Ini saya jelaskan dalam konteks bahwa keluarga Prabowo itu beragam. Kami empat bersaudara, dua islam, dua pengikut Kristus,” ujar Hashim.


Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto merupakan anak dari Menteri Negara Riset Indonesia ke-3 dan Menteri Keuangan Indonesia ke-8, Soemitro Djojohadikoesoemo. Ibunya bernama Dora Marie Sigar. Dari kedua pasangan tersebut, lahir empat bersaudara. Anak pertama adalah Biantiningsih Miderawati Djiwandono, anak kedua adalah Marjani Ekowati le Maistre, anak ketiga adalah Prabowo Subianto, dan anak keempat adalah Hashim Djojohadikusumo.




Hashim Sebut Prabowo – Sandiaga Pasangan Pembela Pancasila





 Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo, menegaskan bahwa pasangan Prabowo – Sandiaga Uno merupakan pasangan pembela Pancasila. Pernyataan ini Hashim katakan saat menjadi pembicara dalam acara dialog nasional ‘Kebhinekaan dan Pemilu Damai’ di gedung Bhayangkari, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu, 27 Januari 2019.

Baca juga: Rizal Ramli dan Said Didu Bantu Kubu Prabowo Siapkan Debat Capres

“Pihak lawan kami selalu sebut Pancasila, seolah-olah mereka pembela Pancasila. Maaf, saya yakin dari pihak Prabowo-Sandi juga pembela Pancasila, (tapi) bedanya dimana?” ujar Hashim dalam pemaparannya itu.

Hashim lalu mengatakan Pancasila yang disuarakan lawan politiknya berbeda dengan Pancasila dari pasangan Prabowo – Sandi. Pihak lawan, kata Hashim, bicara Pancasila seolah-olah hanya dari sila pertama. “Toleransi, intoleransi, kerukunan beragama, dan sebagainya itu tertuang dalam sila pertama, itu betul dan kami yakin itu betul. Prabowo-Sandi dan saya sangat mendukung itu,” ujar dia.

Meskipun demikian, Hashim berujar pemerintahan saat ini mengabaikan sila ke lima dalam Pancasila, yaitu sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Padahal, kata ia, sila ke lima itu sama pentingnya dengan sila-sila lain yang ada di Pancasila.

Hashim kemudian mencontohkan abainya pemerintahan saat ini terhadap sila ke lima dengan mengutip data berbagai lembaga tentang ketimpangan kekayaan di Indonesia.

“Oxfam, salah satu lembaga NGO luar negeri dengan dukungan data dari beberapa pihak menunjukkan bahwa empat orang terkaya Indonesia memiliki kekayaan dan penghasilan melebihi 100 juta (rata-rata) orang Indonesia,” tutur dia.

Tak cukup disitu, ia melanjutkan pemaparannya dengan menunjukkan data gini indeks (ketimpangan) kepemilikan tanah di Indonesia. Dalam data yang ia tunjukkan, disebutkan 1 persen dari orang Indonesia menguasai 72 persen tanah di Indonesia.

“Berarti apa? 99 persen rakyat Indonesia hanya memiliki 28 persen tanah di Indonesia. Ini yang dimaksud saya, Prabowo, dan Sandi bahwa hal ini harus ditanggulangi,” ucap dia.

Hashim mengatakan bahwa hal ini harus ditanggulangi. Situasi dimana satu perusahaan bisa memiliki 2,8 juta hektare, satu perusahaan lagi bisa memiliki 5,5 juta hektare, dan puluhan juta orang Indonesia tidak punya tanah sama sekali menurut Hashim ini adalah sumber revolusi. “Dimana ada ketidakadilan, bisa nanti timbul revolusi sosial.”

Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

Artikel Asli

News Feed