Ada yang Tuding Presiden Jokowi ke Korsel untuk Ngutang, Ternyata Kantong Indonesia Malah Dipenuhi US$6,2 Miliar

Presiden Jokowi dalam acara Forum Bisnis dan Investasi Indonesia-Korea 2018 yang digelar di Hotel Lotte, Seoul, Senin, 10 September 2018. (Foto: BPMI)
Presiden Jokowi dalam acara Forum Bisnis dan Investasi Indonesia-Korea 2018 yang digelar di Hotel Lotte, Seoul, Senin, 10 September 2018. (Foto: BPMI)

Motifviral.com – Kunjungan kerja Presiden Jokowi ke Korea Selatan telah menghasilkan kesepakatan bisnis. Tidak tanggung-tanggung, senilai US$6,2 miliar atau setara dengan Rp81,7 triliun dengan kurs Rp14.400 per dolar AS. Hal itu diraih melalui penandatanganan 15 nota kesepahaman dan enam komitmen investasi.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong dalam keterangan tertulis mengatakan, selain kesepakatan bisnis dan komitmen investasi antara perusahaan swasta kedua negara, BKPM juga menandatangani nota kesepahaman dengan Hyunday Motor Company. “Dengan ditandatanganinya 15 nota kesepahaman dan enam komitmen investasi tersebut, diharapkan sentimen pelaku usaha luar terhadap pasar nasional dapat menjadi lebih baik,” kata Tom, sapaan akrab Thomas, Senin (10/9/2018).

Mantan Menteri Perdagangan itu menjelaskan, pemerintah Indonesia menyambut baik upaya-upaya untuk meningkatkan kerja sama dan investasi Korea Selatan. Salah satunya pada sektor-sektor industri utama dan otomotif.

Kerja sama kedua negara, khususnya di sektor otomotif diharapkan dapat mendukung rencana induk industri otomotif di Indonesia. Serta dapat menumbuhkan industri komponen dan rantai pasoknya di dalam negeri. “Paling penting itu adalah meyakinkan investor bahwa Indonesia adalah tempat yang nyaman untuk berinvestasi. Kebanyakan negara yang ekonominya sedang terpuruk, karena tidak bisa menjaga sentimen pasar atau pelaku usaha,” imbuh Tom, seperti dilansir dari Antara.

Daftar Kesepakatan Bisnis yang Berhasil Tambah Devisa Indonesia

15 kesepakatan bisnis yang diumumkan dalam kunjungan Presiden Jokowi ke Seoul, Korea Selatan yakni:

1. Pengembangan PLTA Teunom-2 dan 3 di Aceh Jaya senilai US$800 juta.

2. Pengembangan pabrik kimia (VCM dan PVC) di Merak, Banten senilai US$200 juta.

3. Pengembangan pabrik mesin diesel senilai US$185 juta.

4. Pengembangan properti “mixed-use” MNC Lido City di Bogor senilai US$150 juta.

5. Pembangunan industri kosmetik di Karawang, Jawa Barat, senilai US$20 juta.

6. Pengembangan PLTA Pongkeru 50 MW di Luwu Timur, Sulawesi Selatan senilai US$300 juta.

7. Pengembangan PLTA Peusangan-4 di Bireun, Aceh, senilai US$430 juta.

8. Pengembangan PLTA Samarkilang 77 MW di Bener Meriah, Aceh, senilai US$300 juta.

9. Pengembangan Transit Oriented Development (TOD) di Jakarta,

10. Pengembangan properti City Gate 88 di Jakarta, senilai US$70 juta.

11. Pengembangan properti Vasanta Innopark di Bekasi, Jawa Barat, senilai US$300 juta.

12. Kerja sama strategis di bidang Intelligent Transportation System (ITS).

13. Kerja sama strategis di bidang pengembangan ekosistem startup.

14. Engineering/Procurement/Construction of Jawa (dan 10 (2×1000 MW) Coal Fired Steam Power Plant Project senilai US$3 miliar.

15. Kerja sama strategis di bidang pengembangan pusat teknologi alat-alat permesinan di Bandung, Jawa Barat.

Enam Komitmen Bisnis

Ada pun enam komitmen bisnis yang dihasilkan yakni:

1. LS Cable & System – PT Artha Metal Sinergi untuk industri kabel listrik di Karawang, Jawa Barat, senilai US$50 juta.

2. Parkland untuk industri alas kaki/sepatu di Pati, Jawa Tengah, senilai US$75 juta.

3. Sae-A Trading untuk industri tekstil dan garmen di Tegal, Jawa Tengah, senilai US$36 juta.

4. Taekwang Industrial untuk pengembangan industri alas kaki/sepatu di Subang dan Bandung, Jawa Barat, senilai US$100 juta.

5. World Power Tech – PT NW Industries untuk industri manufaktur turbin dan boiler di Bekasi, Jawa Barat, senilai US$85 juta.

6. InterVest – Kejora Ventures untuk jasa pembiayaan startup (modal ventura) di Jakarta senilai US$100 juta.

Artikel Asli

News Feed