5 Fenomena Alam Ini Tertulis di Al-Qur’an Sebelum Ditemukan, Salah Satunya Likuifaksi

Beberapa waktu lalu, Sulawesi tak hanya didatangi musibah gempa dan tsunami saja. Ada bencana likuifaksi atau pergerakan tanah yang menyusul ke daerah Petobo dan juga Balaroa. Fenomena ini digadang-gadang telah diprediksi sebelumnya. Dilansir dari laman tempo.co, prediksi datangnya likuifaksi ini sudah dari tahun 2012.

Sebenarnya, jauh sebelum prediksi tahun 2012, likuifaksi sudah dijelaskan dalam Al-Qur’an lho Sahabat Boombastis. Kemudian masih ada banyak lagi fenomena alam yang tercatat dalam kitab milik Agama Islam tersebut. Fenomena apa sajakah itu? Simak ulasannya berikut.

Likuifaksi yang diceritakan sebagai azab untuk orang sombong

Di dalam Al-Qur’an, bencana pergerakan tanah tersebut tak langsung disebut dengan likuifaksi. Allah menyebutkan bencana itu dengan nama Al-Khasf. Ya, Allah mengisahkan peristiwa itu dalam Surat Al-Qashshash ayat 81. Di dalamnya, diceritakan kalau ada seseorang bernama Qarun yang selalu menyombongkan harta kekayaannya.

Namun pada akhirnya, Qarun ditenggelamkan ke tanah bersama rumah dan hartanya yang lain atas kesombongannya tersebut. Dari kisah tersebut memberikan kita pelajaran jika harta kekayaan tidak patut untuk disombongkan. Sebab semuanya hanyalah titipan dan kita tidak ikut memilikinya.

Gunung pelangi di China layaknya lukisan di atas kanvas

Pernah mendengar tentang gunung yang berwarna-warni? Ya, itu bukan mitos belaka kok Sahabat Boombastis. Gunung ini benar-benar ada, tapi sayangnya tidak bertempat di Indonesia. Kumpulan perbukitan tersebut berada di Kota Zhangye, Provinsi Gansu, China. Namanya adalah The Zhangye Danxia Geological Park National yang juga dikenal sebagai eye candy dari Zhangye.

Nah, pegunungan cantik ini pun mendapat banyak sorotan dari para seniman karena karya dari Allah tersebut laksana lukisan di atas kanvas. Menariknya lagi, fenomena alam ini juga dikaitkan pada salah satu surat dalam Al-Qur’an. Tepatnya pada Surah Al Fathir ayat 27 di mana di dalamnya terungkap adanya gunung selain hitam namun campuran dari segala warna. Selain itu, Al-Qur’an telah menjelaskan keajaiban alam ini 14 abad lalu, sebelum para Sahabat Rasulullah datang dan berdakwah ke China.

Pertemuan dua air laut yang tidak pernah menyatu di Selat Gibraltar

Mungkin Sahabat Boombastis sudah tidak asing lagi dengan adanya fenomena dua air laut yang tidak pernah menyatu ini. Namun banyak juga yang belum tahu di mana tempatnya dan mengapa itu bisa terjadi. Nah, dilansir dari republika.co.id, jika kedua laut tersebut berada di Selat Gibraltar. Mereka menghubungkan Lautan Mediterania dan Samudera Atlantik serta memisahkan Spanyol, Maroko. Sedangkan untuk penjelasan bagaimana fenomena tersebut bisa terjadi, masih belum ada pembahasan yang pasti. Hanya saja ahli kelautan yaitu William W Hay selaku guru besar Ilmu Bumi di Universitas Colorado, Boulder AS menemukan adanya perbedaan karakteristik antara keduanya, baik dari suhu, kerapatan dan dari kadar garamnya.

Fenomena ini pun juga sudah tertera dalam dua surah Al-Qur’an. Pertama adalah Surah Ar- Rahman Ayat 19-22 yang menceritakan tentang adanya dua laut saling bertemu dan di antaranya terdapat batas untuk pemisah. Kemudian, keajaiban ini juga terdapat pada Surah Al-Furqan Ayat 53 yang berisi tentang adanya air laut dengan rasa tawar dan segar, sedangkan bagian lain asin serta pahit. Lalu antara keduanya tidak pernah saling bercampur seolah ada dinding tipis sebagai pemisahnya.

Gunung yang diciptakan sebagai pasak di bumi

Gunung yang ada di bumi memang diciptakan bukan hanya untuk memperindah alam saja. Namun lebih kepada fungsinya sebagai penyeimbang dari goncangan yang terjadi di bumi. Istilahnya sih adalah gunung diibaratkan sebagai paku yang dipasang pada bumi supaya tidak mudah untuk goyah.

Gunung sebagai pasak bumi [Sumber Gambar]

Ya, hal ini pun juga telah disampaikan pada Al-Qur’an. Teori gunung sebagai pasak ini disebutkan pada Surah An-Naba Ayat enam hingga tujuh. Isi dari surah tersebut adalah “Bukankah kami menjadikan bumi itu sebagai hamparan? Dan gunung-gunung sebagai pasak?”. Selain itu pada Surat Al Anbiya Ayat 31 juga dibahas bahwasanya gunung-gunung kokoh diciptakan supaya bumi tidak bergoncang.

Terbentuknya hujan yang sudah dijelaskan oleh Al-Qur’an sejak dulu

Terbentuknya hujan memang sudah kita ketahui sejak masih di sekolah dasar. Berawal dari uap air yang naik ke permukaan bumi, lalu terkena sinar matahari. Kemudian uap naik ke udara dan menjadi awan yang berisi air. Akhirnya, awan pun menurunkan air ke bumi dan terbentuklah hujan.

Terbentuknya hujan [Sumber Gambar]

Tapi, jauh sebelum kita masuk ke sekolah dasar, Al-Qur’an sudah menjelaskan teori ini terlebih dahulu. Malah, penjelasannya lebih mudah untuk dimengerti. Kalau tidak percaya, kalian bisa cari Surah Ar Rum Ayat 48 sampai 50.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, jika Al-Qur’an telah mengulas beberapa fenomena alam sebelum kita lahir di dunia. Dari sini, Allah secara tidak langsung membuktikan kepada kita bahwa diri-Nya memang benar-benar ada dan menciptakan semua hal di dunia. Maka dari itu, bagi yang beragama Islam sebaiknya untuk tidak meninggalkan Al-Qur’an dan selalu mengimaninya.

Artikel Asli

News Feed