5 Bantuan dari Negara Asing Untuk Korban Gempa Palu yang Luber-luber Enggak Karuan

Pasca terjadinya bencana gempa dan tsunami di Palu dan sekitarnya, banyak dari mereka yang tergerak untuk datang membantu dan memberikan sumbangan. Selain dari dalam negeri sendiri, sejumlah negara sahabat juga turut berlomba-lomba memberikan uluran tangannya kepada para korban. Tak hanya dalam bentuk materi, tapi juga berupa peralatan penunjang seperti angkutan udara.

Mereka berdatangan dari negara-negara Asia dan Eropa. Seperti Singapura, India, Jepang, Inggris dan Amerika Serikat. Banyaknya tawaran bantuan yang ada, membuat pemerintah menerapkan pembatasan ketat terhadap pada donatur. Bukan apa-apa, hal ini tentu berjaga-jaga agar kejadian seperti yang dialami antara Indonesia dan Australia pada 2015 silam tak terulang kembali.

Bantuan datang dari Amerika Serikat namun ditolak Wapres Jusuf Kalla

Bantuan dari AS dari segi militer di tolak oleh Wapres Jusuf Kalla [sumber gambar]

Dilansir dari internasional.kompas.com, Amerika Serikat langsung merespon untuk mengirimkan bantuan terkait dengan bencana yang menimpa Palu dan sekitarnya. Saat konferensi pers, Presiden Donald Trump akan mengirimkan First Responder, militer, dan tim yang dibutuhkan. Sayang, pihak Paman Sam yang juga ingin memberikan bantuan tenaga medis dan militer ditolak oleh Wapres Jusuf Kala. Dilansir dari republika.co.id, pejabat asal Makassar itu lebih mementingkan bantuan asing untuk proses rekonstruksi dan rehabilitasi pasca bencana.

Negara tetangga pun turut menyumbangkan tenaga dan harta

AU Singapura ikut terjunkan peswat angkut Hercules [sumber gambar]

Selain Amerika Serikat, negeri jiran Singapura juga ikut membantu dengan uang dan peralatan angkut udara. Dilansir dari liputan6.com, Singapore Armed Forces (SAF) akan mengirimkan tenda, jatah makan, dan pasokan medis melalui dua pesawat C-130 yang dioperasikan oleh AU Singapura. Di sana, transportasi udara tersebut akan membantu untuk mengevakuasi warga sipil dari daerah yang terdampak bencana. Selain dalam bentuk peralatan angkut udara, pemerintah Singapura juga memberikan sumbangan sebesar US$ 100.000 atau sekitar Rp 1,5 miliar.

Inggris gelontorkan dana hingga Rp 39 miliar untuk korban bencana

Dubes Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik menyetujui bantuan sebesar Rp 39 miliar [sumber gambar]

Tak hanya rekannya Amerika Serikat yang ikut menyumbang, Inggris pun turut pula membantu para korban bencana di Palu. Dilansir dari liputan6.com, Departemen Pembangunan Internasional (DfID) Inggris akan mengirimkan bantuan kemanusiaan sebesar 2 juta poundsterling atau setara Rp 39 miliar. Tak hanya memberikan bantuan berupa dana, negeri Ratu Elizabeth itu juga mengirimkan ucapan belasungkawanya terhadap para korban bencana.

Komunitas Yahudi dan relawan Israel akan bantu korban gempa Palu

Bantuan komunitas Yahudi untuk korban gempa dan tsunami Palu [sumber gambar]

Mendengar bencana gempa dan tsunami yang melanda Kota Palu dan sekitarnya, , lembaga swadaya masyarakat Israel, IsraAId, akan mengirimkan satu tim relawan untuk membantu para korban gempa. Dilansir dari cnnindonesia.com yang dikutip dari The Jerusalem Post, para tenaga sukarela asal negeri Bintang Daud itu diprediksi akan kesulitan saat mengurus visa masuk karena antara Israel dan Indonesia tak mempunyai hubungan diplomatik. Bahkan, sejumlah komunitas Yahudi internasional juga akan turun menggalang dana. Dilansir dari cnnindonesia.com, mereka adalah World Jewish Relief (WJR) yang berbasis di Inggris serta Komite Distribusi Gabungan Komunitas Yahudi Amerika (JDC) yang menyatakan telah mengirim sejumlah bantuan medis seperti terpal, kasur, selimut, generator listrik, air, dan beberapa pasokan makanan bagi para korban gempa Palu dan Donggala.

Bantuan yang terus mengalir dari negara-negara sahabat

Ilustrasi paket bantuan untuk korban gempa Palu [sumber gambar]

Selain keempat negara di atas, korban bencana Palu juga mendapatkan sejumlah uluran tangan dari negara-negara sahabat. Seperti India yang akan mengirimkan tiga kapal perang yang membawa 30 ribu liter air minum kemasan, 1.500 liter jus kemasan, 500 liter susu, 700 kilogram biskuit. Selain itu, Singapura juga telah menerbangkan armada udara mereka untuk membantu evakuasi warga terdampak bencana. Dilansir dari suara.com, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) nantinya akan menyeleksi bantuan yang diberikan tersebut.

Memang, bantuan bagi korban bencana sangat dibutuhkan. Terutama logistik dan bahan makanan. Yang perlu diperhatikan, jangan sampai uluran tangan tersebut memiliki maksud terselubung di baliknya. Seperti kasus antara Australia dan Indonesia pada 2015 silam. Di mana pemerintahan negeri kanguru itu mengungkit-ungkit bantuan yang diberikan oleh para korban tsunami Aceh. Mudah-mudahan murni dari hati ya Sahabat Boombastis.

Artikel Asli

News Feed