4 Pertanyaan yang Belum Terjawab Dari Jatuhnya Pesawat Lion Air JT 610

Artikel Terbaru :

Artikel Menarik Lainnya :






  Ayo  Jalan Terus !  – Jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang di perairan Karawang masih menyisakan beberapa pertanyaan. Mulai penyebab hingga alasan pilot sempat ingin kembali ke bandara.

Bagaimana kondisi korban?


Setelah memastikan pesawat Lion Air tersebut jatuh, Basarnas langsung bergerak melakukan evakuasi di lokasi. Puing-puing pesawat Boeing 737 MAX 8 itu ditemukan. Terlihat juga bagian tubuh yang telah terpisah dari badan korban.

Lion Air menyatakan pesawat mengangkut 178 penumpang dewasa, 1 penumpang anak-anak, dan 2 penumpang bayi. Ada 1 pilot, 1 kopilot, dan enam awak kabin. Total ada 189 orang di pesawat tersebut.

Belum ada keterangan soal kondisi dari para korban, termasuk soal korban selamat.

Apa penyebab jatuhnya pesawat?


Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro mengatakan pesawat tersebut jenis Boeing 737 MAX 8 dengan nomor registrasi PK-LQP. Pesawat dinyatakan laik terbang. Pesawat itu buatan 2018 dan baru dioperasikan oleh Lion Air sejak Agustus 2018.

Sementara itu, pilot Bhavye Suneja sudah 7 tahun bekerja di Lion Air. Dia memiliki 6.000 jam terbang, sementara kopilot Harvino punya 5.000 jam terbang.

BMKG memastikan tak ada masalah cuaca sebelum hingga saat pesawat itu terbang. Dia memastikan cuaca saat kejadian jatuhnya Lion Air JT 610 layak terbang. Dijelaskan dia, tidak ada juga awan kumulonimbus saat kejadian itu.



Jika pesawat laik terbang, pilot punya jam terbang tinggi, dan cuaca baik, lalu apa penyebab pesawat jatuh? Pihak yang berwenang belum memberi penjelasan.

Mengapa pilot sempat ingin kembali ke bandara?
Lion Air JT 610 itu lepas landas sekitar pukul 06.21 WIB, Senin (29/10/2018). Pesawat hilang kontak sekitar 12 menit kemudian atau pukul 06.33 WIB.

Sebelum pesawat hilang kontak, pilot sempat meminta kembali ke bandara. Namun setelahnya tak ada lagi informasi.

“Pesawat sempat meminta return to base sebelum akhirnya hilang dari radar,” kata Kepala Bagian Kerja Sama dan Humas Ditjen Perhubungan Udara Sindu Rahayu dalam keterangan tertulis.

Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News


Artikel Asli

News Feed