4 Fakta Kata ‘Sontoloyo’ yang Viral karena Sempat Dipakai Oleh Presiden Jokowi

Menjadi seorang publik figure tentunya punya tanggung jawab yang besar. Bukan karena apa, pasalnya dirinya bakal dinilai bahkan dijadikan contoh oleh banyak orang. Jadi bukan hal yang aneh kalau ada satu kata tak biasa saja bisa langsung jadi bahkan omongan. Entah hal itu bermakna positif atau pun negatif.

Masih soal hal serupa, beberapa waktu yang lalu sebuah kata sempat viral di dunia maya. Ya, kata Sontoloyo yang sempat terucap dari bbir Presiden Indonesia. Lalu kenapa kata itu bisa ramai diperbincangkan seperti sekarang? Simak ulasan berikut.

Penjelasan resmi mengenai makna kata KBBI

Beberapa waktu yang lalu netizen sedang heboh dengan sebuah ungkapan bahasa Jawa yang sedang viral di media sosial. Ya ungkapan ‘Sontoloyo’ kini sedang ramai dibicarakan. Bagaimana tidak pasalnya dalam sebuah pidato Presiden Indonesia Joko Widodo sempat mengeluarkan kata-kata itu.

Diawali Presiden [sumber gambar]

Namun sejatinya apa sih arti dari kata Sontoloyo itu sendiri. Jika melihat dari kamu KBBI, kata ini sendiri memiliki beberapa arti yakni ‘konyol’, ‘tidak beres’, ‘bodoh’. Jika melihat dari hal itu disimpulkan kalau kebanyakan makna dari Sontoloyo sendiri selalu menjurus pad kelakuan yang negatif. Namun demikian ternyata ada perubahan makna yang terjadi dengan yang zaman dulu hingga sekarang.

Makna utamanya adalah penggembala bebek

Meskipun saat ini banyak yang mengaitkan kata Sontoloyo ini dengan makna yang negatif. Akan tetapi kalau melihat perkembangan katanya sendiri ternyata awalnya dulu memilik kata yang berbeda. Dilansir dari Wikipedia, kata Sontoloyo berarti ‘penggembala bebek’ yang biasanya menggembalakan unggasnya di sawah atau jalan.

Penjaga bebek [sumber gambar]

Nah dari sana pula mungkin kata ini berubah makna cenderung hal yang negatif. Dilansir dari Detik, kemungkinan ada kejengkelan dari warga yang tak sengaja melihat barisan bebek yang memakan tanaman milik orang. Nah saat itulah dirinya memanggil nama ‘Si Sontoloyo’ karena jengkel dan akhirnya jadi sebuah bentuk kekesalan.

Mengalami perubahan makna seperti kata ‘bajingan’

Seperti yang dijelaskan sebelumnya kalau kata ini kemungkinan memiliki perubahan makna. Ya, kata yang awalnya berarti baik namun akhirnya malah berkonotasi negatif bahkan merujuk pada umpatan. Ternyata kata Sontoloyo tidak sendiri, pasalnya ada fenomena serupa yang sempat terjadi.

Bajingan dan Sontoloyo [sumber gambar]

Semisal kata Bajingan yang saat ini identik dengan makna negatif ternyata dulunya juga sempat bermakna positif. Awalnya kata Bajingan sendiri merujuk pada mereka yang mengemudikan gerobak gerobak (kusir). Namun mungkin karena adanya kesalahan dari para kusir ini yang merugikan warga alhasil kata ini pun berganti berkonotasi negatif seperti sekarang. Bahkan merujuk pada makian yang umum digunakan.

Reaksi sang Presiden terhadap viralnya kata Sontoloyo ini

Sejatinya ungkapan Sontoloyo ini viral ketika beliau berpidato mengenai kondisi negeri ini. Dilansir dari Detik “Hati-hati, banyak politik yang baik-baik, tapi juga banyak sekali politik yang sontoloyo. Ini saya ngomong apa adanya saja sehingga mari kita saring, kita filter, mana yang betul dan mana yang tidak betul.

Reaksi Presiden [sumber gambar]

Karena masyarakat saat ini semakin matang dalam berpolitik,” ujar Jokowi di Lapangan Sepakbola Ahmad Yani, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (23/10). Melihat kata-katanya yang kini viral itu beliau mengaku keceplosan karena memang tak bisa menahan untuk tidak mengucapkannya. Ya itu hanya ungkapan kekesalan beliau.

Kejadian ini membuktikan kalau sosok publik figure memang selalu diperhatikan banyak orang. Bahkan satu kata seperti ‘Sontoloyo’ bisa viral seperti sekarang. Namun demikian karena hal itu pula kita jadi tahu dari mana asal mula kata itu berasal.

Artikel Asli

News Feed