3 Tempat Jatuhnya Pesawat di Indonesia yang Dianggap Sebagai Wilayah Angker

Kecelakaan selama perjalanan memang tidak pernah ada yang tau karena hal tersebut hanya menjadi rahasia Tuhan. Contohnya saja, tragedi maut yang menimpa pesawat Lion Air JT610 minggu lalu. Bertolak dari Bandara Sokarno Hatta, pesawat yang mengangkut 189 orang ini jatuh di perairan Karawang setelah 13 menit berada di udara.

Satu persatu korban dan puing pesawat mulai ditemukan oleh pihak Basarnas. Menurut cerita para warga yang tinggal di daerah perairan ini, tempat tersebut memang sudah sering menelan korban jiwa dari zaman dahulu kala. Itulah yang akan kita bahas kali ini Sahabat Boombastis, 3 wilayah jatuhnya pesawat yang disebut sering menelan korban jiwa.

Perairan Tanjung Pakis

Menurut sebagian nelayan yang tinggal di Pakisjaya, tahun 1990-an, tempat tersebut memang terkenal menyeramkan. Pasalnya, di sana merupakan surga bagi hewan-hewan buas seperti Hiu Tutul. Tak hanya itu, rekam jejak kecelakaan yang terjadi juga sudah menjadi hal yang lumrah. Dari zaman Belanda masih berkuasa di Indonesia, Tanjung Pakis kerap menelan kapal-kapal komoditi dari berbagai negara yang membawa banyak barang.

Tanjung Pakis [Sumber gambar]

Tak heran, jika ia menjadi kuburan bagi benda-benda yang masuk dalam cagar budaya. Penduduk yang tinggal di sekitar perairan ini juga kerap menemukan barang-barang kuno yang terdampar dan pada akhirnya mereka jual. Tanjung Pakis masih masuk dalam perairan Laut Jawa, yang sebelumnya juga tempat jatuhnya pesawat Air Asia.

Sederet kecelakaan di Gunung Salak

Gunung Salak memang menyimpan banyak cerita mistis yang tak bisa dijelaskan dengan sains. Pegunungan yang berada di antara kabupaten Sukabumi dan Bogor Jawa Barat ini telah menelan banyak sekali korban jiwa dalam kecelakaan pesawat terbang. Terhitung dari tahun 2003, setidaknya ada 6 kali kecelakaan yang merenggut banyak nyawa, yang paling anyar adalah jatuhnya pesawat Sukhoi tahun 2012 lalu –yang menewaskan 45 orang.

Gunung Salak [Sumber gambar]

Menurut beberapa ahli, di Gunung Salak ini terdapat anomali magnetik, sedotan magnet serupa yang terjadi di Segitiga Bermuda. Anomali magnetik inilah yang bisa membuat sinyal kompas tak berfungsi, pesawat bisa gagal mengirim sinyal emergency, serta radar juga bisa mati. Ditambah lagi, adanya angin kencang yang searah dengan pesawat membuat si burung besi kehilangan tenaga untuk naik sehingga bisa berakhir jatuh ke dasar lembah.

Pegunungan di wilayah Papua

Bukan menjadi rahasia lagi jika pesawat yang menuju Indonesia paling Timur ini sering mengalami kecelakaan. Sebut saja tempat seperti Lembah Enarotali, Ilaga, atau pegunungan bintang sudah sering sekali menelan korban. Apakah penyebabnya? Berdasarkan berita yang dimuat dalam Kompas.com di pertengahan 2016, sudah sekitar enam kali kecelakaan penerbangan di Ilaga, Papua.

Kecelakaan Pesawat di Pegunungan Papua [Sumber gambar]

Hal tersebut karena Papua dikelilingi oleh pegunungan, sehingga pilot mengambil kebijakan keluar dari rute yang seharusnya ditempuh untuk cepat sampai tujuan. Tidak hanya itu, cuaca buruk di Papua kadang membuat seram, sehingga pesawat kadang tergelincir dan berakhir dengan nahas.

Itulah 3 lokasi yang terkenal sangat sering sekali menelan korban. FYI, tak hanya pesawat tapi juga kapal-kapal di perairan Tanjung Pakis. Untuk pegunungan salak, para pendaki juga sering ditemukan tewas dan terperosok ke jurang-jurangnya. Sedangkan Papua, wilayah pegunungan-lah yang membuat pilot kalap dan mengambil langkah yang salah. Mengenai apakah ada kekuatan lain di wilayah ini? Wallahu’lam, hal tersebut juga belum diketahui secara pasti.

Artikel Asli

News Feed